Tampilkan postingan dengan label Mata Najwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata Najwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Agustus 2017

Mata Najwa Berakhir, Najwa Shihab Mundu Diri Dari Metro TV

Najwa Shibab
Program talkshow populer Mata Najwa akan segera berhenti tayang. Metro TV sebagai stasiun tv yang memproduksi acara tersebut mengucapkan terima kasih ke Najwa Shihab.

"Kami sangat berterima kasih kepada Najwa Shihab atas kontribusi yang telah diberikan selama 17 tahun berkarya di Metro TV. Kami akan merasa kehilangan Najwa Shihab sebagai jurnalis dan tuan rumah Mata Najwa," kata President Director Metro TV Suryopratomo, Selasa (8/8/2017).

Tommy, sapaan akrab Suryopratomo, mengatakan Mata Najwa telah memberi warna yang signifikan bagi perjalanan Metro TV sebagai televisi berita. Metro TV akan selalu mendukung Najwa melangkah di luar stasiun tv berciri khas warna biru itu.

"Kami akan selalu mendukung Najwa untuk berkembang lebih jauh dalam mewujudkan sejumlah rencana yang menjadi bagian dari visi pribadi selama ini," ujar Tommy.

Lebih jauh soal alasan berhentinya Mata Najwa, Tommy mengatakan hal tersebut merupakan pilihan Najwa Shihab. "Sekarang dia ingin mencoba perjalanan baru. Jadi bukan dihentikan, tapi pilihannya," tutur Tommy.

Pengumuman akan berhenti tayangnya Mata Najwa diumumkan oleh Najwa Shihab di akun Instagramnya, @najwashihab. Episode "Eksklusif Bersama Novel Baswedan" jadi episode live terakhir talkshow tersebut. Berikut penjelasan Najwa Shihab, Selasa (8/8/2017):

"Eksklusif Bersama Novel Baswedan" menjadi episode live terakhir Mata Najwa. Sudah 7 tahun Mata Najwa mengudara. Sejak episode perdana "Dunia dalam Kotak Ajaib" yang tayang pada 25 November 2009 hingga wawancara eksklusif Novel Baswedan pada 26 Juli 2017, total sudah 511 episode Mata Najwa.

Selama tiga pekan ke depan, Mata Najwa akan menghadirkan kolase berbagai episode lama yang kami anggap penting dan berharga. Pada pengujung Agustus, Mata Najwa akan tiba pada episode final: "Catatan Tanpa Titik".

Namun Agustus bukan hanya menjadi yang terakhir bagi Mata Najwa saja. Menjadi reporter Metro TV pada bulan Agustus 2000, perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama. Ini adalah Agustus penghabisan.

Livecasino338
Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur. Rangkaian perjalanan saya sebagai reporter sebuah TV berita pertama di tanah air terekam dalam, membuat kehidupan jauh lebih kaya serta menjadi bekal berharga untuk terus berkarya sebagai jurnalis.

Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV. Juga kepada semua pihak yang telah bermitra dan mendukung, terutama pemirsa yang selama ini menemani saya dan

Mata Najwa.

Rabu, 28 Juni 2017

Najwa Langsung Bertanya Kepada Ayahnya, Siapa Kafir yang Sebenarnya itu?

Najwa bertanya kepada sang Ayah, Siapa kafir itu sebenarnya?
Nabi melarang, siapa yang mengkafirkan orang padahal orang itu tidak kafir maka tuduhannya kembali padanya

"Siapa sebenarnya kafir itu?" Pertanyaan tersebut dilempar oleh Najwa Shihab, tuan rumah acara televisi Mata Najwa. Pertanyaan mengenai kafir ini ia tulis mengiri sebuah unggahan video di laman Instagramnya pada 19 Juni 2017 lalu.

Video tersebut merupakan cuplikan wawancara dalam program Mata Najwa yang mendatangkan Gus Mus dan Quraish Shihab sebagai bintang tamu. Tentu saja ini menjadi momen langka sepanjang program Mata Najwa. Bukan hanya karena Quraish Shihab adalah ayah dari Najwa, tetapi juga karena kehadiran tokoh islam kenamaan, Gus Mus. Acara yang bertemakan 'Cerita Dua Sahabat' ini rupanya sempat menyinggung mengenai isu SARA di tanah air.

"Kata kafir itu ringan sekali diucapkan, gampang sekali mengkafirkan orang. Kafir itu siapa?" tanya Najwa kepada kedua tamunya.

Pertanyaan tersebut dijawab dengan lantang oleh Quraish Shihab atau akrab disapa Abi Quraish.

"Kafir bisa berarti yg mengingkari agama, kafir bisa berarti munafik, kafir itu pada dasarnya berarti menutup, kalo anda menutup kebenaran anda kafir," kata Abi Quraish dalam cuplikan wawancara tersebut.

"Tapi karena secara umum orang memahami kafir itu keluar dari islam, maka datang larangan nabi. Jangan mengakafirkan orang," lanjutnya.

"Nabi melarang?" tanya Najwa menegaskan.

"Nabi melarang, siapa yang mengkafirkan orang padahal orang itu tidak kafir maka tuduhannya kembali padanya," jawab mantan menteri agama itu.

"Kafir. Belakangan ini ringan sekali kata itu diucapkan. Siapa sebenarnya "kafir" itu?

Livecasino338