Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Mengapa Ada Gigitan di Perbatasan Papua?

Peta Papua Nugini
Mengapa Ada Gigitan di Perbatasan Papua?

Pernahkah kalian berpikir tentang perbatasan Papua kita dengan Papua Nugini? Kita punya perbatasan su bagus-bagus lurus, tapi! malah ada gigitan yang bikin tra baik.

Gigitan tersebut ternyata sungai Fly(terbang) yang membengkokan perbatasan kita. Agan bisa lihat di Google Maps(https://www.google.co.id/maps/@-6.88...5m1!1e4?hl=en)

Masih ada sejarahnya kenapa perbatasan kita disesuaikan dengan sungai Fly(terbang).

Pada zaman dahulu, di tahun 1893, Papua Nugini dikuasai oleh Inggris. Pada waktu itu area tersebut mewabah parktik Pemburuan Kepala. Hal itu menuntut tindakan dari Inggris untuk menghentikannya. Tetapi ruang manuver mereka diperumit oleh posisi perbatasan yang meragukan dan tidak bertanda. Jika Inggris melewati perbatasan tersebut tanpa izin, maka mereka perlu berurusan dengan Belanda(yang saat itu menjajah Indonesia).

Masalah tersebut dipecahkan setelah kesepakatan untuk memindahkan perbatasan dibawah sungai Fly(terbang) sedikit ke Timur. Hal ini membuat Inggris lebih gampang untuk berpatroli di sungai itu tanpa bermasalah dengan Belanda.

livecasino338

Minggu, 09 Juli 2017

Pedagang Bakso Rencakan Teror Bom Panci

Pelaku bom panci di Bandung
Agus Wiguna (22) pedagang bakso di Bandung merencanakan teror bom panci di tiga tempat; kafe, rumah makan hingga tempat ibadah. Beruntung aksi tersebut gagal setelah bom yang disimpan dalam kontrakannya di Kampung Kubang Bereum, RT 7 RW 11, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung meledak, Sabtu (8/7) pukul 15.30 WIB.

Pelaku diketahui belajar merakit bom secara otodidak dari internet. Dia mulai merakit bom sejak tanggal 1 Juni 2017.

"Membuat bom melihat dari internet dengan menggunakan Google," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Kepolisian terungkap alasan Agus ingin meledakkan bom untuk memerangi pihak dan kelompok tertentu yang dianggapnya tidak seakidah.

Dalam rencana meledakkan kafe di hari Jumat (16/7) malam, Agus membuat skenario bom akan dimasukkan ke dalam ransel kemudian diletakkan di tempat sampah.

"Selanjutnya bom tersebut akan diletakkan di tong sampah sekitar kafe dengan alat pemicu menggunakan benang dibentangkan, yang bertujuan apabila benang tersebut tersandung kaki, bom tersebut akan meledak," terang Yusri.

Beruntung aksi pelaku gagal. Bom meledak sendiri di kontrakan Agus. Dari TKP, polisi mengamankan paku sepanjang 7 sentimeter yang digunakan sebagai isian bom, benang, gotri dan panci.

Saat bom meledak, saksi Ridwan yang merupakan tetangga pelaku sedang duduk di kamar kontrakan. Ketika terjadi ledakan, dia juga melihat api dari dalam kamar Agus. Dia lantas keluar kontrakan sambil berteriak meminta tolong.

Ketika kontrakan sudah dipenuhi asap, saksi yang lain, Endang kemudian mendobrak pintu kamar karena takut ada gas yang bocor. Setelah cek, kondisi kamar pelaku sudah berantakan dan melihat benda-benda yang tidak wajar.

"Saksi ketiga, Adin menjemput penghuni kamar yang meledak karena sedang berjualan bakso goreng. Saksi bertemu Agus di wilayah Cidurian sedang berjualan lalu diajak ke TKP, namun pengurus RW berinisiatif membawa ke Ketua RT 007 (Bapak Ajid)," tuturnya.

Agus tak melawan saat ditangkap. Polisi masih mendalami apakah pelaku terkait jaringan teroris atau tidak.

Wakapolda Jabar Brigjen Pol Bambang Purwanto bersyukur rencana peledakan bom berdaya ledak rendah ini gagal.

livecasino338
"Ini kesalahan teknis mereka. Akhirnya meledak di situ. Ya kita bersyukur karena gagal (melakukan aksi)," terangnya saat meninjau langsung lokasi ledakan, Sabtu (8/7).

Hingga tadi malam, rumah kontrakan yang ada di pinggir sungai tersebut masih dipasangi garis polisi. Unit Inafis Polrestabes Bandung dibantu Jibom Polda Jabar masih penanganan olah TKP. Polisi juga meningkatkan keamanan di tiga lokasi yang sempat menjadi target pelaku. [cob]