Tampilkan postingan dengan label smartphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smartphone. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 September 2017

Perkiraan Harga iPhone 8 Jika Sudah Keluar

Perkiraan harga iPhone 8
iPhone dikabarkan akan meluncurkan iPhone 8 pada sebuah acara pada 12 September mendatang. Namun, ponsel anyar tersebut tidak akan dibanderol dengan harga murah.

Bocoran harga itu diungkap Benjamin Geskin melalui akun Twitternya. Ia mengklaim bahwa mendapatkan informasi dari sumber dalam perusahaan berlogo apel tergigit itu.

Dalam tweetnya, ia mengatakan bahwa iPhone 8 akan terbagi dalam tiga varian, yakni 64 GB, 256 GB, dan 512 GB.

Tiga pilihan memori internal, dua kali lebih besar daripada varian yang dimiliki iPhone 7 dan 7 Plus. Kedua seri itu memiliki pilihan memori 32 GB, 128 GB, dan 256 GB.

Kembali ke masalah harga, Geskin mengklaim bahwa varian 64 GB dijual 999 dolar AS (Rp13,3 Juta), varian 256 GB dijual 1.099 dolar AS (Rp14,7 juta), dan varian 512 GB dijual 1.199 dolar AS (Rp16 juta).

Livecasino338
Jika bocoran harga tersebut tepat, maka iPhone 8 akan menjadi ponsel termahal yang pernah dijual Apple.

Harganya yang tinggi tidaklah mengherankan. Sebab, Apple membenamkan serangkaian teknologi baru, seperti pemindai wajah dan peningkatan kemampuan kamera yang mumpuni di iPhone 8.

Selain iPhone 8, Apple dikabarkan akan merilis iPhone 7s dan 7s Plus. Dari rumor yang beredar, keduanya dibanderol 649 dolar AS dan 969 dolar AS.

Jumat, 02 Juni 2017

4 Kelemahan dari desain smartphone tanpa bezel

Samsung Galaxy S8
Tak bisa dipungkiri bahwa tren smartphone saat ini adalah soal makin menghilangnya bezel. Hal ini diimbangi dengan tingginya rasio layar ke bodi, dan bahkan berubahnya rasio jadi memanjang.

Tren ini diawali oleh Xiaomi Mi Mix yang mengusung rasio layar ke bodi sebesar 91,3 persen, diikuti oleh LG G6 dan Samsung Galaxy S8 yang lahir di tahun ini dengan konsep serupa. Konsep 'bezel-less,' 'edge-to-edge display,' serta 'fullscreen design' dan 'infinity display' ini akan makin ramai terpasang di smartphone masa depan.

Masalahnya hanyalah ini hanya untuk smartphone papan atas, dengan konsumen yang diharapkan papan atas juga. Selain itu, ada beberapa kekurangan yang terkadang muncul dari konsep ini. Meski secara kasat mata ini adalah konsep revolusioner yang nampak indah.

Berikut beberapa kekurangannya.

1. Sebenarnya smartphone tersebut memiliki bezel

Benar, tak ada smartphone yang benar-benar cuma mengusung layar di bagian depannya. Di empat sisinya, selalu ada bezel yang diletakkan meski sesedikit apapun.

Bukannya teknologi tak bisa menciptakan teknologi di mana smartphone mengusung layar secara keseluruhan. Namun pertimbangan harga jadi masalah. Jika ada smartphone semacam itu, harga akan jadi tak masuk akal, dan peta permainan smartphone pasti berubah.

Tentu, Samsung Galaxy S8, LG G6 dan Mi Mix pun memiliki bezel bukan?

2. Beberapa perangkat keras butuh bezel

Jika Anda melihat smartphone yang Anda pegang saat ini, tentu terdapat beberapa komponen utama: kamera selfie, speaker, serta sensor proximity. Terdapat juga LED notifikasi dan di beberapa smartphone juga terdapat tombol home atau tombol navigasi baik fisik maupun kapasitif serta sensor cahaya sekitar.

Tentu semua komponen tersebut terletak di bagian bezel smartphone. Layar merupakan komponen yang terpisah dari itu semua, sehingga akan sulit untuk menjadikannya satu di layar secara keseluruhan.

3. Beberapa software juga butuh bezel

Terkait soal banyak aspek hardware yang butuh bezel, banyak sekali aspek yang tak bekerja maksimal jika bezel dihilangkan. Bayangkan jika Anda menonton YouTube di smartphone masa depan dengan tanpa layar, lalu terganggu oleh adanya speaker, sensor, dan juga kamera.

Faktanya, hal tersebut telah terjadi di smartphone papan atas paling anyar, Essential Phone, besutan mantan petinggi Android, Andy Rubin. Di Essential Phone, layarnya terpotong oleh kamera depan. Hal ini memperlihatkan kalau kamera tak bisa dicampur dengan layar.

4. Aspek rasio yang belum sesuai dengan pembuat konten
Aspek rasio yang diusung oleh smartphone berlayar full screen cukup beragam. Mulai dari Xiaomi Mi Mix yang mengusung 17:9, LG G6 18:9 atau 2:1, Samsung Galaxy 18,5:9, serta Essential Phone adalah yang paling ekstrem dengan 19:10. Permasalahannya adalah banyak konten yang belum cocok dengan aspek rasio ini.

Kebanyakan konten di YouTube, aspek rasionya adalah 16:9. Berbagai alat untuk mengambil gambar pun, seperti kamera video, kamera DSLR, kamera cine, bahkan kamera smartphone sendiri, didesain dengan aspek rasio tersebut. Meski demikian banyak konten di Netflix dan Amazon Prime yang mengklaim menggunakan aspek rasio untuk smartphone fullscreen. [idc]

Senin, 08 Mei 2017

Mana yang Lebih Baik, Galaxy S8 vs iPhone 7?

Komparasi Samsung Galaxy S8 Vs iPhone 7

Apple dan Samsung menjadi pesaing berat bagi keduanya selama bertahun-tahun. Galaxy S8 menjadi evolusi dan diandalkan dari jajaran Galaxy, yang telah "dihindari" Apple selama beberapa tahun terakhir.

Sedangkan iPhone 7, merupakan versi terbaik Apple sampai saat ini. Pertanyaan muncul, dapatkah ini menahan Galaxy S8 sampai iPhone 8 rilis?

Buat Anda yang hendak memiliki smartphone andalan terbaru, berikut beberapa komperasi bisa dijadikan panduan sebelum memutuskan.

Desain

Galaxy S7 pada dasarnya adalah versi revisi dari Galaxy S6 yang cukup mencolok, namun handset terbaru Samsung ini membawa banyak hal anyar.Ponsel terbaru Samsung ini sangat melengkung, dengan layar 5.8 inci, bezel sangat kecil di bagian atas dan bawah dan tidak ada tombol fisik di bagian depan.

Ada tombol rumah yang peka terhadap tekanan di belakang kaca di dekat bagian bawah, namun memotong ruang fisik yang dibutuhkan. Di bagian belakang Anda akan menemukan sensor sidik jari di samping kamera utama.

Bandingkan dengan desain iPhone 7, yang tidak masalah. Kami telah melihat tiga versi dari handset ini sekarang, berasal dari iPhone 6, dan bentuknya yang minimal dan bundar solid. Gaya Jet Black hitam dan glossy edisi kali ini menarik, begitu pula garis antena tweak di bagian belakang.

Layar

Galaxy S8 mengikuti keunggulan LG G6 dengan layar lebih tinggi. Di sini, layar 5.8 inci memiliki rasio aspek 18,5: 9, yang artinya Anda mendapatkan lebih besar tampilan di layar sesungguhnya. Justru sebaliknya, sebenarnya, Galaxy S8 memangkas 4.5mm dari lebar Galaxy S7 Edge 5.5in.

Tampilan Quad HD AMOLED seperti dua model Galaxy terakhir, dimensi layar diubah beresolusi 2.960x1,440. Dan sekarang memiliki dukungan HDR untuk warna yang mempesona dengan sudut membulat adalah sentuhan bagus.

Apa yang bisa kita katakan tentang layar standar iPhone 7? Dengan layar 4.7 inci, layar LCD memberikan 326 ppi 326 ppi bagus (piksel per inci), dan warnanya cerah dan berwarna-warni. Namun, ini adalah panel 750p dalam layar 1080p atau 2K. Meskipun begitu, Apple menyematkan fitur Retina yang sebenarnya bukan merupakan hal baru.

iPhone 7 memang memiliki keunggulan dari Touch 3D, namun, karena sensitivitas tekanan memungkinkan pengembang memperkaya permainan mereka dan menambahkan fungsionalitas tambahan.

Kinerja

Samsung menguras otak pada Galaxy S8, dengan menggunakan teknologi canggih. Anda bisa menemukan chip Exynos dari Samsung atau Snapdragon 835, keduanya dibangun dengan proses 10 nanometer untuk mengemas kekuatan sebanyak mungkin ke dalam chip kecil.

Dibundel dengan RAM 4GB. Galaxy S8 dinilai Android tercepat yang ada di pasaran saat ini, berdasarkan pengujian empat core Geekbench 4.

Sementara itu, chip Fusion A10 milik Apple di iPhone 7 telah menjadi andalan pada musim gugur yang lalu, mengalahkan setiap Android di pasaran pada saat itu dan meningkatkan nilai CPU iPhone 6s sebesar 40 persen. Dan Anda melihatnya beraksi saat melesat melalui iOS 10, bahkan dengan RAM 2GB saja pada standar iPhone 7.