Tampilkan postingan dengan label timur tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timur tengah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juli 2017

Inilah Azab Dari Allah 12 Pasukan Israel Terjangkit Penyakit Aneh, Kulit Melepuh dan Sering Teriak-teriak Kepanasan

Livecasino338
Militer Israel dilaporkan mengevakuasi 120 pasukannya yang terlibat dalam penyerangan jamaah di Mesjid Al-Aqsa karena diserang penyakit aneh.

Menurut laporan PIC, 120 tentara Israel yang dievakuasi ke rumah sakit terserang penyakit kulit. Para tentara yang terserang penyakit ini mengalami infeksi kulit, pembengkakan, gatal-gatal dan sakit di bagian-bagian berbeda dari tubuh. Bahkan kulit mereka mulai kelihatan gosong.

Militer telah melakukan investigasi dalam peristiwa ini dan memutuskan mengisolasi pangkalan militer tersebut khawatir penyakit ini menyebar, juga untuk mencegah serdadu keluar dari pangkalan.

Media Israel menambahkan, para spesialis dan pakar didatangkan untuk membahas dan menyelidiki peristiwa ini sebagai upaya untuk mengisolasi penyakit dan menghentikan penyebarannya.

Mereka mengirim sampel darah para tentara yang terjangkit ke laboratorium medis untuk menentukan identitas penyakit dan sumbernya.

Pasukan yang terjangkit penyakit aneh tersebut juga dilaporkan mengalami depresi berat. Bahkan sering mengigau dan menjerit kepanasan saat tidur sambil memukul kepala mereka. Paramedis yang menangani mereka menolak memberikan tanggapan.

Kabar terbaru, ratusan warga muslim Palestina menggelar ibadah salat Jumat di luar kompleks Masjid Al-Aqsa demikian seperti yang dilansir dari islamidia.com.

Polisi hanya mengizinkan pria berusia di atas 50 tahun memasuki kompleks masjid. Ketatnya pengamanan di tempat suci Yerusalem oleh pihak keamanan Israel menyusul insiden penyerangan polisi Israel pekan lalu.

Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, bentrokan pecah setelah polisi Israel menembaki warga muslim Palestina usai melaksanakan ibadah salat Jumat.

Bentrokan dari Yerusalem Timur meluas hingga pos pemeriksaan Qalandiya antara Ramallah dan Yerusalem serta di pintu masuk Bethlehem.

Livecasino338

Senin, 17 Juli 2017

Perempuan yang disandera ISIS disiksa dan dilelang di pasar budak

Konflik Suriah
Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dikenal sebagai kelompok yang memberi perlakuan sangat buruk kepada kaum perempuan. Bukan saja memperbudak, melecehkan dan menyiksa mereka, anggota ISIS juga kerap kali menjual para perempuan di sebuah pelelangan dengan tawaran harga tertinggi.

Bahkan hal itu juga berlaku bagi istri-istri para anggota ISIS.

Dalam sebuah wawancara disiarkan beberapa media, seorang perempuan yang pernah menjadi saksi mata kekejaman ISIS terhadap para perempuan membongkar apa yang dilihatnya selama bermukim wilayah ISIS.

Perempuan bernama Khadijah itu mengaku datang dari Tunisia dan tinggal di benteng ISIS di Raqqa, Suriah, selama tiga tahun. Khadijah mengungkapkan ada banyak sekali kekejaman dan ketidakadilan dilakukan ISIS yang tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam.

"Saya dan suami membuat kesalahan besar dengan datang ke sana. Di sini saya menyarankan agar Anda sekalian tidak mempercayai orang-orang yang mengatakan bahwa ISIS adalah negara Islam. Sebab mereka tidak hidup berdasarkan ajaran dan syariah Islam yang diajarkan Nabi Muhammad dan Al Quran," katanya seperti dilansir dari laman Asharq Al-Aswat, Minggu (16/7).

Khadijah mengungkapkan bahwa anggota ISIS tidak pernah memperlakukan perempuan secara berperikemanusiaan. Jika ada satu saja yang melanggar aturan mereka buat, maka mereka akan dipenjarakan di pusat penahanan khusus perempuan.

"Sangat memuakkan berada di sana. Mereka bahkan memaksa para wanita untuk melahirkan tanpa bantuan medis dan bersikap acuh kepada setiap wanita butuh pertolongan," ungkapnya.

Selain Khadijah, Nour Alhouda yang berasal dari Tripoli, Lebanon, juga mengungkapkan bagaimana sistem pelelangan wanita yang dilakukan ISIS. Perdagangan budak adalah pasar yang sangat diminati oleh anggota ISIS.
livecasino338
"Mereka menaruh banyak perhatian terhadap penampilan wanita. Mereka membeli alat rias untuk wanita agar bisa menjualnya seharga USD 15.000 (setara Rp 200 juta). Sementara yang masih perawan dihargai USD 30.000 (setara Rp 400 juta)," papar Alhouda.

Dia juga mengungkapkan bahwa di pasar budak itu, gadis-gadis berusia delapan tahun juga menjadi korban pelelangan. Mereka diyakini merupakan gadis Yazidi yang tahan ISIS. [ary]