Tampilkan postingan dengan label AHOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AHOK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Eksepsi ditolak, Buni Yani yakin kasusnya ada sarat muatan politis

Buni Yani jalani sidang
Terdakwa Buni Yani kecewa dengan ditolaknya nota keberatan atau eksepsi yang diajukan. Penolakan itu memastikan kasus dugaan pelanggaran UU ITE tersebut dilanjutkan di Pengadilan Negeri Bandung.

Buni Yani mengatakan, dirinya yakin sejak kasus itu bergulir sembilan bulan lalu memang syarat akan muatan politis. ‎ "‎Yang mengatakan tidak ada unsur politis, bohong, bodoh," kata Buni Yani seusai sidang yang digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (11/7).

Indikasi-indikasi adanya muatan politis dimulai ketika diketahui sidang yang semula bakal dilaksanakan di Pengadilan Negeri Depok dipindahkan ke Pengadilan Negeri Bandung. ‎"Ini perkara sengaja dipindahkan dari Depok ke Bandung. Dalam peraasaan saya sebagai terdakwa, sudah sembilan bulan proses hukum berjalan dan ada niat kurang baik dari jaksa," tuturnya.

Dia justru menuding, ada campur tangan dari pihak Jaksa Agung yang membuat persidangan dirinya dipindahkan.‎ "‎‎Kita tahu Jaksa Agung berasal dari Partai Nasdem dan kita tahu Partai Nasdem adalah pertama kali mencalonkan Ahok sebagai Gubernur. Sehingga ada semacam yang dipaksakan ketika Ahok sudah dipenjara," terangnya.

Dia mengatakan, dalam perjalanannya kasus tersebut sebenarnya tidak memenuhi unsur pidana. Pendapat ahli menyebutkan bahwa Buni Yani tidak layak masuk ke meja persidangan.

livecasino3338
"‎Ahli hukum independen sudah bersaksi dan tidak ada unsur pidana.‎ Tetapi tetap diproses hukum naik ke atas," imbuhnya. [rhm]

Minggu, 18 Juni 2017

Ini yang dilaporkan Djarot saat temui Ahok di Mako Brimob

Djarot di depan kantor DPD PDID Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengakui telah menjenguk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, kemarin, Sabtu (17/6). Ia mengaku dalam pertemuan tersebut membahas masalah pekerjaan.

"Alhamdulillah Pak Ahok sehat," kata Djarot saat menghadiri acara buka bersama dengan kader di DPD PDIP, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (18/6).

Mantan Wali Kota Blitar itu menegaskan, dalam pertemuannya dengan Ahok membahas seputar masalah kerjaan tentang DKI Jakarta. "Biasa kita bahas kerja, evaluasi kerja, laporan. Ada beberapa yang harus ya kita selesaikan. Saya juga laporkan tentang Jakgrosir, tentang sudah diresmikannya teknologi CAS (Controlled Atmosphere System)," tutur Djarot.

Djarot juga mengatakan, Ahok sempat menanyakan dirinya tentang progres pembangunan yang ada di Jakarta. "Terus kemudian beliau tanya bagaimana kelanjutan pembangunan masjid di Kalijodo. Saya sampaikan masih on schedule, Insya Allah tanggal 5. Kemudian bagaimana dengan penyelesaian Simpang Susun Semanggi, on schedule tanggal 17," ucap Djarot kepada wartawan.

Djarot mengaku pertemuan singkat tersebut sepenuhnya membahas masalah pekerjaan Pemprov DKI Jakarta. Karena waktu yang singkat, Djarot pun mengaku tidak membahas permasalahan lainnya.

"Terus koridor 13 Transjakarta dia (Ahok) tanyakan juga, saya sampaikan rinciannya dengan jelas, terus kan masih ada beberapa perbaikan dengan schedule. Jadi kita kebut pembangunannya," pungkas Djarot. [rnd]

Livecasino338

Kamis, 15 Juni 2017

Surat Untuk Buni Yani

Buni Yani
Selamat, Bung! Semoga surat ini menemui Bung dalam keadaan yang baik.

Sa menulis surat ini karena beberapa kali nama Bung muncul di lini masa sa punya Facebook. Entah mengapa. Padahal kita tidak berteman. Sa juga tidak merasa menjadi fans Bung. Juga tidak ikut-ikutan membenci Bung. Smoga surat ini sekaligus menjadi perkenalan kita.

Apa yang sa baca sungguh mengenaskan. Hidup Bung jungkir balik setelah video yang Bung edit itu tersebar luas. Video itu menjadi ‘game changer’ dalam politik Jakarta. Bahkan politik di negeri ini. Sa tidak tahu apakah Bung sadar akan hal itu atau tidak.

Sa baca di satu koran nasional bahwa buzzer-buzzer Ahok menjadikan nasib Bung merana. “Buzzer ini sangat biadab. Memfitnah orang, menghancurkan hidup orang, tapi mereka tidak pernah puas,” ujar Bung saat jumpa pers di Cikini, Jumat kemarin.

Sa paham. Begitu kasus ini meledak, Bung kehilangan pekerjaan. Hingga kini Bung belum dapat pekerjaan lagi.

Juga studi Bung di Leiden terhenti. Memang ada sa baca bahwa pihak universitas Leiden menghentikan kerjasama dengan Bung. Yang sa dengar, Bung tra ada progress dalam kegiatan akademis.

Mungkin Bung bertanya-tanya, mengapa keputusan pihak Leiden itu datang ketika Bung tertimpa kasus ini. Sa kira itu persoalan Bung dengan pihak Leiden. Sa tra bisa campur tangan.

Sa dengar Bung jualan mug untuk menyambung hidup? Bagaimana salesnya Bung? Mudah-mudahan ada peningkatan. Apapun itu, asal membawa pemasukan Bung. Yang penting kita kerja.

Nah, di sini saya sebenarnya ingin bertanya, Bung. Juga memberikan sedikit saran. Itu pun kalau Bung mau menerima.

Begini. Mengapa Bung tampak sedemikian menderita? Di media, kesan saya, Bung mengembik-embik untuk dikasihani. Hidup Bung demikian menderita hingga Bung harus jualan mug untuk menyambungnya.

Mengapa, Bung?

Menurut saya, tidak harus demikian. Bung tidak seharusnya menderita. Sebaliknya, seharusnya Bung hidup sejahtera. Maafkan, kadang sa ragu kalo Bung semenderita itu.

Mungkin Bung sengaja menurunkan derajat untuk mencapai hasil lebih besar? Sa pernah baca teknik marketing seperti ini. Orang membikin dirinya terlihat miskin supaya “konsumen”-nya jatuh kasihan. Bung tahu siapa yang punya teknik marketing seperti ini? Ya, benar. Pengemis, Bung.

Tapi demi melihat wajah Bung yang memelas di berbagai media, sa yakin Bung tulus. Bung memang benar-benar miskin. Bung benar-benar dibikin menderita sama mereka yang Bung sebut sebagai “buzzer-buzzernya Ahok” itu.

Benar, Bung. Anda tidak seharusnya menderita. Bung tidak seharusnya bernasib seperti Multatuli, yang kehilangan jabatan dan penghasilan, hanya karena melakukan kritik dan protes terhadap sistem kolonial yang merugikan rakyat pribumi. Lagipula, Bung bukan Multatuli, bukan? Perjuangan Bung dengan Multatuli itu berbeda sekali.

Sekarang sa jelaskan mengapa Bung TIDAK harus menderita.

Sekarang sa jelaskan mengapa Bung TIDAK harus menderita.

Bung, dengan hasil Pilkada DKI Jakarta seperti ini, Bung berada pada sisi yang menang. Ahok sudah kalah, Bung. Sedikitnya kekalahan itu karena andil Bung. Seandainya tidak ada video yang Bung edit itu, mustahil ada demo dengan lebih dari 7 juta peserta itu.

Mosok Bung tidak tahu efek dari video editan Bung itu? Dahsyat sekali, Bung! Kalau bom atom di Nagasaki dan Hiroshima mampu memaksa Jepang menyerah kalah, maka video editan Bung itu mampu mengubah sama sekali peta politik negeri ini. Bahkan sekarang kabarnya Presiden Jokowi pun ketar-ketir dengan hasil Pilkada Jakarta.

Bung jangan remehkan efek demo besar 212 itu. Apakah Bung tidak dengar bahwa sekarang ada Koperasi Syariah 212? Koperasi ini mentargetkan 1 juta anggota dia akhir tahun 2017. 1 juta anggota, Bung!

Juga sudah dibuka #212 Mart yang diberi embel-embel Warung Grosir Rakyat Indonesia. Benar, Bung. Banyak orang mengkapitalisasi 212.

Bung, Anda itu sudah diangkat jadi “Pahlawan Islam Medsos.” Apakah Anda tidak sadar ini adalah modal atau capital untuk Bung? Mengapa tidak Anda manfaatkan ini?

Bung tahu siapa ‘role model’ yang harus Bung jadikan kiblat? Menurut saya, Bung harus melihat Munarman. Dia tokoh yang menarik dan tahu melihat situasi. Ketika dia tahu karirnya tidak begitu bagus sebagai pembela HAM dia segera beralih. Dia akhirnya bekerja untuk Rizieq Shihab dan menjadi Panglima FPI. Karir dan keberuntungannya terus menanjak di FPI. Apakah Bung kira Munarman akan bisa seperti sekarang kalau dia masih tetap saja menjadi public defender lawyer?

Sampai tahap ini, Bung, Anda sudah sampai pada ‘point of no return.’ Anda tidak bisa kembali lagi ke kehidupan Anda yang dulu. Hapuskanlah ilusi untuk menjadi intelektual liberal itu. Anda tidak akan pernah sampai disana. Lagipula, kelompok intelektual liberal itu tidak akan pernah menghargai Anda.

Juga, lupakanlah Leiden itu. Jangan Bung kenang-kenang lagi. Itu masa lalu, Bung. Malahan menurut saya, lupakan sama sekali dunia akademis. Nanti Bung kembali kalau dunia akademis sudah sepenuhnya menjadi syariah. Tidakkah Bung lihat mahasiswa-mahasiswa Indonesia sekarang rajin sekali mengkaji kekhalifahan? Harapan ada disini, Bung. Tapi untuk sementara ini intelektual-intelektual liberal itu masih berkuasa. Walaupun pengaruhnya sudah sangat berkurang.

Jadi, Bung, Anda kudu memanfaatkan kesempatan ini. Bung kudu lebih galak. Bung kudu tampil semaksimal mungkin. Lebih seringlah berdiri di sisi Rizieq Shihab. Juga mendekatlah ke orang seperti Ustad Al Khathath. Mereka-mereka ini pengaruhnya sedang pasang sekarang.

Oh ya, jangan lupa. Ada Pak Gubernur terpilih itu. Kemudian Pak Wagub yang kayanya setengah mati itu. Kemudian familinya Pak Wapres. Jangan lupa Pak Ketua Perindo itu. Oh ya, yang paling penting itu adalah keluarganya Pak Harto yang kekayaannya masih utuh itu. Pokoknya banyak yang bisa menyokong Anda.

Juga, Bung, Anda harus rajin-rajin menyerukan pengenyahan kaum kafir model saya ini. Itu penting untuk marketing Anda, Bung. Itu juga bisa jadi satu cara untuk melawan intelektual-intelektual salon yang sok omong ‘politically correct’ itu.

Orang-orang ini, Bung, memang sok. Kayak mereka saja yang paling toleran. Kalau mereka tidak bisa bertoleransi terhadap cara berpikir orang seperti Rizieq Shihab dan koleganya, bagaimana mereka bisa mengklaim diri sebagai yang paling toleran?

Pendeknya, Bung, tolaklah pendefinisian mereka atas diri Bung. Bung harus kemukakan apa yang seolah-olah jadi keyakinan (conviction) Anda. Kalau mereka bilang itu intoleran, Anda harus balas dengan bilang, “What the heck?”

Oh ya, jangan lupa Bung sitir beberapa ayat saban Bung omong. Saya lihat di banyak foto, Bung sudah berbaju gamis kemana-mana. Itu sudah bagus. Juga katok cingkrang? Sudahkan Bung pakai? Itu penting. Penampilan lahiriah itu penting. Itu bahkan jadi langkah pertama untuk mengkapitalisasi kepahlawanan Anda.

Soal mug itu. Saya kira itu langkah yang bagus. Anda sudah menjadi brand name tersendiri. Anda punya konsumen. Bung tahu kan siapa konsumen Bung? Aha! Ini yang tidak banyak orang tahu, khususnya para intelektual salon yang sok liberal itu,

Pendukung-pendukung Bung itu kebanyakan kelas menengah yang berduit!

Bung, mereka yang mendukung 212 ini bukan golongan miskin Bung! Mereka itu golongan menengah ke atas. Banyak dari mereka PNS atau keluarga militer dan polisi. Pokoknya mereka-mereka yang sudah cukup kaya tapi merasa kosong karena dulu pernah berharga dan sekarang tidak. Coba Bung bayangkan jadi PNS di jaman Orde Baru. Orang hormat sekali kan? PNS punya partai besar, punya pelindung orang super kuat (Suharto), bisa menentukan hitam putih negeri ini. Sekarang? Orang tidak takut pada PNS. Orang bisanya cuman menuntut mereka bekerja saja. Itulah sasaran marketing Anda, Bung.

Livecasino338

Nah, Bung, kurang apa lagi? Sa senang dengan rambut perak Bung. Sayang demi kepentingan marketing, Bung harus berkopiah. Anjuran saya, sesekali Bung bukalah kopiah kalau bicara di depan media atau TV. Atau ketika memberikan ceramah. Perlihatkanlah rambut perak Bung yang bagus itu. Itu juga salah satu trade-mark Bung.

Sa kira, sudah cukup panjang lebar sa berbicara. Mudah-mudahan Bung tidak bosan membaca. Sa optimis, Bung punya masa depan cerah. Jika sistem kekhalifahan menang di negeri ini, niscaya Bung akan dikenang juga. Siapa tahu nama Bung bisa menggusur nama-nama jalan si kafir seperti Pierre Tendean, Agustinus Adi Sucipto, dan lain-lain itu.

Pokoknya saya harap Bung sukses. Maaf, saya tidak berdoa untuk Bung. Apalah arti doa seorang kafir seperti saya ini. Mubazir bukan?

Salam dari jauh untuk Bung dan keluarga juga.

Hormat saya,

-MS

Sabtu, 27 Mei 2017

Memasuki Bulan Puasa, Veronica Tan Ucapkan Selamat Berpuasa di Instagram

Veronica Tan
Istri Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan kembali aktif di media sosial. Setelah sebulan lebih ia tidak pernah memperbaharui akun Instagramnya, sekitar beberapa jam lalu Vero pun memposting sebuah gambar beserta ucapan.

Dilihat dari akun Instagramnya @veronicabtp Jumat (26/5), ia memposting foto dirinya yang sedang tersenyum bahagia. Di foto itu, Vero memakai baju kemeja putih dengan selendang berwarna merah senada dengan warna kutek di kukunya.

Veronica mengunggah fotonya yang sedang tertawa dan menyampaikan selamat dalam keterangan foto itu.

Inilah cuitan Veronica Basuki Tjahaja Purnama di akun instagramnya.
Veronica Tan mengucapkan selamat berpuasa di Instagram
"Teman-teman semua yang menjalankan ibadah puasa, Saya, Bapak dan anak-anak mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. . Semoga puasa tahun ini diberikan kelancaran dan kemudahan. . Terimakasih untuk dukungan dan doanya buat saya dan keluarga, semoga kebaikan teman-teman semua dibalas oleh Tuhan YME. . Salam," tulis Veronika melalui akun Instagram miliknya.

Vero sebelumnya tak pernah lagi memposting di media sosial pasca sidang tuntutan Ahok. Veronica juga mengucapkan terima kasih atas doa masyarakat untuk dia dan keluarganya. [LIVECASINO338]

Sabtu, 13 Mei 2017

POLRI Minta Negara Lain Tidak Campuri Hukum Indonesia

Sidang vonis Ahok
Baru-baru ini, pemerintah merasa terganggu dengan sikap dan pandangan Uni Eropa, Inggris, Denmark, Belanda dan Badan HAM PBB untuk Asia. Sebab, mereka ikut berkomentar terkait keputusan Majelis Hakim memvonis terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dua tahun penjara. Mereka meminta pemerintah Indonesia meninjau kembali pasal penistaan agama.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto meminta semua pihak, termasuk negara lain untuk menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Termasuk, proses hukum terhadap Ahok.

"Kita sudah ada aturan hukumnya, itu yang kita gunakan. Kalau pihak asing menyoroti, saya kira mereka harus memahami dulu aturan-aturan hukum di negara kita," kata Setyo di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/5).

Setyo tak mempersoalkan pihak luar ikut berkomentar terkait vonis terhadap Ahok. Hanya saja, Setyo meminta mereka tidak ikut campur apalagi mencoba mengintervensi hukum di Indonesia.

"Kita harus melihat konteksnya. Komentar boleh saja, tapi jangan ikut campur," pungkas Setyo.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI melalui juru bicaranya Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa Indonesia memberi perhatian terhadap permintaan yang disampaikan oleh beberapa delegasi luar negeri.

"Kami telah mencatat pernyataan yang disampaikan delegasi dari dalam maupun luar negeri dengan baik tentang peninjauan itu. Namun, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ini merupakan suatu proses hukum yang dihadapkan kepada semua pihak. Dan sudah menjadi tugas bagi kita untuk menghormati keputusan Majelis Hakim," kata pria akrab disapa Tata saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (12/5).

Saat ini, kata Tata, yang terpenting adalah menghargai upaya yang akan ditempuh oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memperoleh hukuman yang adil baginya.

"Kita juga harus hormati langkah hukum yang masih akan dilakukan oleh Bapak Basuki termasuk dalam konteks mengajukan banding. Ini penting, karena sebagai negara demokrasi yg menjunjung tinggi supremasi hukum, kita harus menghormati yang ada di Indonesia," jelas Tata.

Sebelumnya, lembaga hak asasi manusia Amnesty International menyerukan pihak berwenang Indonesia mencabut pasal 156 dan 156 (a) tentang penodaan agama yang sering digunakan sebagai landasan untuk menghukum dan memenjarakan orang.

"Vonis itu membuktikan tidak adilnya pasal penodaan agama di Indonesia dan pasal itu harus segera dicabut," kata Direktur Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik Champa Patel dalam rilis yang diterima merdeka.com.
Livecasino338
Tak hanya itu, Dewan HAM PBB di Asia juga meminta agar Indonesia melakukan peninjauan ulang terhadap pasal penistaan agama.

"Kami prihatin atas hukuman penjara yang dijatuhkan kepada Gubernur Jakarta atas dugaan penistaan melawan Islam. Kami meminta Indonesia untuk meninjau kembali hukum penistaan tersebut," tutur Dewan HAM PBB di akun resmi mereka @OHCHRAsia. [noe]

Kamis, 11 Mei 2017

Mengapa Saya Bela Ahok (Catatan Eks Santri Muallimin Muhammadiyah)

Livecasino338
"Setiap pulang kantor, sudah hampir sebulan,  memandang infrastruktur flyover baru, motor saya hentikan ke pinggir. Saya terdiam. Air mata menetes keluar tak tertahankan. Menjadi orang baik, jujur, dan kerja nyata itu tidak ada harganya di Indonesia. Apalagi kalau kamu Kristen dan Tionghoa. Doa yang terbaik untuk Ahok. Allah Maha Tahu Siapa sesungguhnya yang menistakan agama di jalan politik. Allah juga Maha Mengerti atas setiap kebaikan hamba-NYA yang ia tanamkan di jalan kemanusiaan.

Bagi teman-teman yang bertanya mengapa saya membela Ahok. Di sini, saya menegaskan. Ia orang baik, memiliki niat tulus membangun Jakarta, tempat saya dilahirkan. Saya tidak peduli ia beragama dan beretnik apa. Kalau memberikan manfaat untuk Jakarta, saya orang terdepan yang mendukungnya. Jika belum mengerti juga datanglah ke Jakarta lihatlah bagaimana perubahan Jakarta itu terjadi.

Di Madrasah Muallimin Muhammadiyah menjadi santri selama 6 tahun saya ditanamkan bahwa amar ma'ruf nahi munkar (memerintahkan yang baik dan mencegah kemungkaran) merupakan doktrin narasi yang dipegang. Melihat kinerja Ahok, ia memiliki kesamaan dengan itu. Meskipun tidak mendapatkan dukungan, buya Syafi'i merupakan orang yang lantang membela kinerja Ahok dan meyakini ia tidak menista agama.

Dididik dalam tradisi Muhammadiyah melalui sekolah kader, seperti buya Syafi'i Maarif, mendukung Ahok merupakan anomali, melawan arus, dan kerapkali dianggap salah jalan serta perlu diingatkan. Tapi, bukankah jalan kebaikan seringkali membuat kita terasing? Bahkan menjadi bahan olokan. Ini pilihan dan sikap saya dan cara saya berislam dalam melihat seseorang, dari apa yang ia lakukan melalui kebaikan bukan darimana ia berasal. LIVECASINO338

Yang merasa mendapatkan keadilan Ahok di penjara dan bergembira saya tidak memiliki kemarahan sedikit pun. Tapi, mohon jangan bilang saya tidak terima keadilan atas nama hukum dan dianggap pengikut yang buta. Saya belajar ilmu agama selama 12 tahun dan menekuni ilmu sosial serta tahu bagaimana bengisnya kota Jakarta bagi mereka yang dilemahkan. Saya juga memahami bagaimana tidak enaknya menjadi minoritas saat di negara orang dan bagaimana belajar membangun empati dari pengalaman tersebut di Indonesia.

Bagi saya, kejadian ini memberikan satu pelajaran penting, Ahok memberikan teladan sebagai seorang pemimpin dan ketulusan sebagai warga negara. Lihatlah bagaimana ia menghadapi pengadilan tanpa sekalipun absen dan disiplin untuk selalu hadir. Bukan melarikan diri dan mangkir dengan pura-pura sakit. Perhatikan juga bagaimana ia menggunakan uang rakyat dengan cermat dan detail, membuat predator marah dan muak.
Livecasino338
Ini pelajaran tak ternilai yang harusnya dicontohkan kepada mereka yang menyeret nama Tuhan untuk kepentingan ambisi politiknya dengan meneriakkan takbir begitu keras seolah-olah Allah tidak mendengarkan apa yang ada dalam relung hati mereka. Di sisi lain, justru mutiara akhlak Islam menjadi kabur di tangan mereka.

Rabu, 10 Mei 2017

Ahok dipenjara, situs PN Negara Jembrana diretas

SItus PN Negara diretas

Kejadian penyerangan situs oleh hacker kembali terjadi. Kini giliran situs resmi pengadilan negeri negara yang beralamat www.pn-negara.go.id di-deface (ubah tampilan).
 

Hacker mengubah tampilan situs tersebut dengan foto Ahok. Nampaknya, ulah hacker ini semacam protes lantaran Ahok dihukum dua tahun penjara.

Dalam tampilan situs yang diubah, menampilkan pesan awal mula kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok soal kata "pakai". Dengan menggunakan bahasa inggris, tulisan tersebut berbunyi:

"Simple explanation: they didn't know the difference between "eat with spoon" and "eat spoon". they claimed both are same meaning, and made this governor guilty. the end. #RIP Justice in My Country," tulis pesan hacker itu, Rabu (10/5).

"Penjelasan sederhana: mereka tidak tahu perbedaan antara "makan dengan sendok" dan "sendok makan". Mereka mengklaim keduanya sama artinya, dan membuat gubernur ini bersalah. tamat. #RIP Keadilan di Negaraku,"

Hacker pun tak tanggung-tanggung berani menyampaikan identitasnya dengan menuliskannya di situs yang diretas.

livecasino338
"Indonesian Hacker Rulez* presidentkuvukilland@gmail.com," tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, situs resmi www.pn-negara.go.id masih dalam posisi diubah tampilannya. [bal]