Tampilkan postingan dengan label pilgub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilgub. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Mei 2017

Memasuki Bulan Puasa, Veronica Tan Ucapkan Selamat Berpuasa di Instagram

Veronica Tan
Istri Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan kembali aktif di media sosial. Setelah sebulan lebih ia tidak pernah memperbaharui akun Instagramnya, sekitar beberapa jam lalu Vero pun memposting sebuah gambar beserta ucapan.

Dilihat dari akun Instagramnya @veronicabtp Jumat (26/5), ia memposting foto dirinya yang sedang tersenyum bahagia. Di foto itu, Vero memakai baju kemeja putih dengan selendang berwarna merah senada dengan warna kutek di kukunya.

Veronica mengunggah fotonya yang sedang tertawa dan menyampaikan selamat dalam keterangan foto itu.

Inilah cuitan Veronica Basuki Tjahaja Purnama di akun instagramnya.
Veronica Tan mengucapkan selamat berpuasa di Instagram
"Teman-teman semua yang menjalankan ibadah puasa, Saya, Bapak dan anak-anak mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. . Semoga puasa tahun ini diberikan kelancaran dan kemudahan. . Terimakasih untuk dukungan dan doanya buat saya dan keluarga, semoga kebaikan teman-teman semua dibalas oleh Tuhan YME. . Salam," tulis Veronika melalui akun Instagram miliknya.

Vero sebelumnya tak pernah lagi memposting di media sosial pasca sidang tuntutan Ahok. Veronica juga mengucapkan terima kasih atas doa masyarakat untuk dia dan keluarganya. [LIVECASINO338]

Kamis, 25 Mei 2017

Gerindra Bakal Pakai Timses Anies-Sandi untuk Pilkada Jabar nanti

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo bersama Cagub dan Cawagub.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono, mengatakan, akan mengerahkan pemain kunci tim Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk menghadapi Pilkada Jawa Barat 2018. Salah satunya adalah Anggawira yang saat Pilkada DKI, menjadi Koordinator Tim Sukses Anies-Sandi. Sementara saat ini dia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Pemenangan Pemilihan Umum Daerah (BAPPDA) Provinsi Jawa Barat.

"Kita akan kerahkan semua kekuatan yang dari Jakarta kemarin. Salah satunya ada Anggawira yang telah ditetapkan oleh DPD Gerindra Jabar sebagai Wakil Ketua Bappda Jabar. Sebelumnya beliau merupakan Juru Bicara Anies-Sandi dan think thank dalam menyiapkan strategi komunikasi digital dan media," ujar Ferry di Bandung dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Senin (22/5/2017).

Saat ini, kata Ferry, Gerindra tengah konsolidasi internal partai dari tingkat DPC hingga DPD. Menurut dia, persiapan menghadapi Pilgub Jabar menjadi semakin matang menyusul pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menegaskan, Jabar akan menjadi tempat kemenangan Gerindra.

Selain itu, menurut dia, semua elemen partai menyatakan siap bertarung di Pilgub Jabar dan pilkada 16 kabupaten/kota 2018.

"Pengurus, infrastruktur partai seluruh Jabar menyatakan siap berkompetisi di Jabar. Untuk kontestasi gubernur dan pilkada kabupaten dan kota," ucap Ferry.

Sementara, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, yang belakangan diusulkan menjadi bakal calon gubernur dalam Pilkada Jabar 2018 mengatakan, mengapresiasi  aspirasi dari pengurus, kader, dan simpatisan yang mendukungnya.

"Tapi maju atau tidak (di Pilkada Jawa Barat) akan ditentukan oleh DPP Partai Gerindra. Jadi kita harus menghargai pertimbangan dan keputusan apapun yang ditetapkan. Sekarang kita lakukan strategi komunikasi yang baik dengan SDM-SDM yang berkualitas dan berpengalaman. Penetapan Doktor Angga sebagai wakil ketua tim adalah salah satu langkah yang diambil oleh DPD," pungkas Mulyadi.
Livecasino338

Kamis, 04 Mei 2017

Kompak Menolak Aksi 5 Mei untuk Ahok

Demo 4 November/livecasino338.com
Seruan meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum berat dalam kasus penistaan agama belum juga surut. Tercatat sudah beberapa kali aksi serupa dilakukan terhitung sejak November 2016 lalu.

Dalam waktu dekat dikabarkan aksi serupa kembali dilakukan pada Jumat 5 Mei pekan ini. Penggagasnya masih sama dengan sebelumnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan sejumlah ormas Islam.

Aksi ini akan dimulai dengan melakukan longmarch dari Masjid Istiqlal menuju ke Gedung Mahkamah Agung (MA). Aksi yang dinamakan 'Aksi Simpatik Menjaga Independen Hakim' sekaligus untuk mengawal sidang vonis Ahok yang digelar 9 Mei mendatang.

Rencana aksi itu mengundang reaksi dari berbagai pihak. Wapres Jusuf Kalla sampai Kapolri Jenderal Tito Karnavian menolak aksi semacam itu kembali digelar di Jakarta.

"Bagi pemerintah tentu tak perlu, cuma orang yang mau turun ke jalan merasa perlu dan ini bagian kebebasan dalam demokrasi, bahwa unjuk rasa itu dibolehkan," kata JK, sapaan Jusuf Kalla, di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (2/5).

JK menambahkan, jika aksi itu tetap harus digelar, dia meminta tak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar. Jika melakukan pelanggaran, dia meminta polisi bertindak.

"Namun ada aturannya jamnya terbatas, jalannya terbatas, juga jumlahnya juga dibatasi, gaduhnya tak boleh dan keamanan kalau melanggar ditangkap," sambung JK.

Sama dengan JK, sebenarnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga ingin aksi serupa ada lagi di Jakarta. Sebab, pengerahan massa hanya akan mengganggu ketertiban publik.

"Sebetulnya itu saya pikir tidak perlu. Demo maupun aksi dalam jumlah yang besar karena pasti akan mengganggu ketertiban publik," kata Tito.

Meski demikian, dia tak ingin dianggap menghambat kebebasan masyarakat menyampaikan pendapatnya. Asalkan, tidak mengganggu hak asasi orang lain, tidak boleh menghujat, terakhir harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa seperti yang tercantum dalam Pasal 6 UU nomor 9 tahun 1998.

Tito juga mengimbau bagi pihak-pihak yang tidak berkepentingan untuk tidak ikut serta dalam aksi tersebut. "Untuk itu yang tidak perlu tidak usah hadir. Kalau yang merasa perlu jangan mengganggu," tegas Tito.

Sikap serupa juga disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan. Dia menyarankan GNPF MUI membuat kegiatan yang bertujuan membangun kembali semangat bekerja. Aksi yang semacam itu, kata dia, hanya akan membuat masyarakat was-was.

"Sudah saya sampaikan tidak boleh (aksi). Masyarakat sudah capek melihat aksi tersebut. Sudah cukuplah jangan bikin was-was terus," kata Iriawan saat ditemui di acara Depok Police Expo di Margocity, pada akhir April lalu.

Sebagai rekan Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat juga berharap aksi turun ke jalan terkait tidak perlu ada lagi. Seharusnya, kata Djarot, semua pihak memercayakan kepada hakim terkait vonis Ahok.

"Saya udah bilang, kita harus percaya bahwa negara kita negara hukum, semuanya kita serahkan pada proses hukum. Jadi apa pun yang menjadi keputusan hakim ya harus kita terima dengan baik. Tidak boleh hakim dipengaruhi oleh siapa pun. Hakim enggak usah buka media sosial, baca ini, baca itu supaya betul-betul fokus untuk menegakkan keadilan," tegas Djarot.

Djarot pribadi berharap Ahok terbebas dari jerat hukum. Meski demikian, dia menerima apapun keputusan hakim.

"Kalau harapannya ya menurut saya Pak Ahok dibebasin dong, sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Harapannya begitu. Apapun itu, dibebaskan atau tidak dibebaskan, sesuai harapan atau tidak sesuai harapan, harus bisa terima karena kita percaya dengan sistem hukum yang ada di Negara kita," tegas mantan Wali Kota Blitar itu. [lia]