Tampilkan postingan dengan label satpol PP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satpol PP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Agustus 2017

Astaga! Kelakuan Remaja Ini Tak Takut Masuk Angin Foto Sambil Buka Baju

Livecasino338

Sebagian orang menganggap angin laut merupakan angin yang kejam.

Sebab, angin laut dipercaya bisa menyebabnykan berbagai penyakit.

Satu di antaranya adalah masuk angin.

Meski demikian, ada beberapa orang yang nekat datang ke laut, bahkan malam hari.

Tidak hanya itu, mereka juga nekat buka baju meskipun sedang berada di pinggir laut.

Itu seperti yang terjadi baru-baru ini di Bangkalan, Madura.

Masyarakat di Kabupaten Bangkalan heboh.

Ini setelah beredarnya foto-foto gadis yang sengaja memamerkan bra alias BH di media sosial facebook.

Dalam foto yang diunggal dan langsung viral tersebut, diduga foto itu diambil di taman alun-alun kota, Paseban dan sekitar Jembatan Suramadu.

Untuk foto yang diduga diambil dengan latar Taman Alun-alun Kota Paseban di keterangan foto tertulis, 'Bangkalan punya cerita...((berita terhangat pekan ini..)) ancor madurenah tretannnn (hancur Madura saudara).

Sementara foto kedua diduga berlatar belakang Jembatan Suramadu di malam hari. Gadis yang memakai sweater warna kuning, dan memakai celana hitam itu memamerkan BH sambil berdiri di atas sepeda motor.

Foto yang juga diunggah di facebook itu diberi kutipan, 'sapa pole riyah ye.. (siapa lagi ini ya) lagi ngeHitz foto kekinian.

Sontak diunggahnya foto dua cewek tersebut langsung membuat geger dan membuat elemen masyarakat Bangkalan beraksi.

Rabu (2/8/2017), sebanyak 10 mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan mendatangi kantor Satpol PP Bangkalan.

Mereka mendesak Satpol PP setempat memberlakukan jam malam. Aspirasi yang disampaikan saat audiensi itu diterima langsung oleh Kepala Satpol PP Bangkalan Moh Rufai beserta pejabat lainnya.

"Tolong Satpol PP lebih meningkatkan kontrol dengan memberlakukan jam malam. Artinya, kegiatan patroli mulai pukul 9 malam ke atas," ungkap Ketua PMII Komisariat STKIP PGRI Baijuri Alwi.

Menurut Baijuri, tanggung jawab moral bukanlah menjadi tugas personal. Melainkan tanggung jawab bersama antara pemkab, aparat, dan masyarakat.

"Kami mengkaji bahwa postingan foto seperti yang telah beredar tak sesuai dengan Kota Bangkalan yang disebut dengan Kota Dzikir dan Bersalawat," jelasnya.

Hal senada diungkapkan koordinator audensi Suhaibin Sofa. Menurutnya, kejadian tersebut akibat dari minimnya kontrol dari aparat Satpol PP Bangkalan dalam melakukan penertiban.

"Sehingga para pemuda-pemudi yang seharusnya berada di tempat rekreasi keluarga (Taman Paseban) berperilaku leluasa. Di situlah kemerosotan moral Kota Bangkalan. Itu menjadi cambuk bagi semua," tegas Suhaibin.

Selain mendesak Satpol PP Bangkalan memberlakukan jam malam, mahasiswa juga mendesak peningkatan sistem kontrol, menggelar razia rutin di Taman Paseban, dan menertibkan terhadap semua kegiatan yang tidak sesuai dengan norma agama.

Kepala Satpol PP Bangkalan Moh Rufai mengatakan, pihaknya berulang kali telah melakukan razia malam hari di dermaga timur dan barat Pelabuhan Kamal. Begitu juga di sejumlah rumah kos di sekitar kampus, Desa Telang, Kecamatan Kamal.

"Kami terkendala dengan minimnya anggaran. Dalam sebulan, kami hanya bisa melakukan operasi sebanyak tiga kali," terangnya.
Livecasino338
Livecasino338
Mendengar itu, mahasiswa menilai hanyalah alasan satpol PP semata. Karena itu, mahasiswa akan mengontrol kinerja Satpol PP di masa mendatang. Sesuai dengan nota kesepahaman yang ditandatangani bersama satpol PP tentang peningkatan kinerja.

Senin, 10 Juli 2017

Terjaring Razia 5 Wanit Pekerja Kecantikan "Plus-plus"

Perempuan pekerja di pusat kecantikan "plus-plus" terjaring.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi mengamankan lima perempuan muda yang diperkerjakan di tempat pusat kecantikan di salah satu hotel berbintang.

"Hasil dari kegiatan razia yang dilakukan Satpol PP Kota Jambi tersebut, ada lima perempuan muda tidak berindentitas warga Jambi, didudga merupakan pekerja di pusat kecantikan hotel yang melayani jasa spa dan pijat diduga sekaligus pekerja seks komersial di hotel itu," kata Kabid PPID Satpol PP Kota Jambi, Said Faisal, Senin (10/7/2017).

Kelima perempuan muda itu diamankan bukan tanpa alasan. Berbekal laporan yang diterima tim Satpol PP, pusat kecantikan di hotel berbintang terindikasikan dan diduga melayani praktik prostitusi.

Sehingga, lanjutnya, dari pendataan para karyawan itu saat dilakukan pemeriksaaan tidak didapati identitas. Sehingga untuk kepentingan dan proses lebih lanjut mereka diamankan.

"Mereka ini disamping kerja di pusat kecantikan juga diduga terindikasikan melakukan kegiatan prostitusi," kata Said.LIVECASINO338

Dari pemeriksaan sementara, dia menyebutkan, sebagian dari lima perempuan muda yang diamankan tersebut mereka berasal dari luar Kota Jambi dan tidak memiliki identitas.

livecasino338
Pada saat razia itu, di lokasi terlihat adanya penolakan saat petugas Satpol PP hendak mengecek lokasi spa milik hotel berbintang di bilangan pasar ini, bahkan pengelola lokasi dan keamanan hotel tersebut keberatan lima karyawan mereka diamankan.

Jumat, 09 Juni 2017

Beroperasi saat Ramadan, 25 terapis plus-plus di Bandung terzaring razia

tempat pijat plus plus digerebek satpol PP

Satpol PP Kota Bandung mengamankan 25 terapis yang diduga memberikan jasa layanan pijat plus-plus di Hotel Harapan Indah, Jalan Gatot Soebroto, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Hal itu terungkap dari hasil operasi cipta kondisi Ramadan yang dilakukan Satpol PP Kota Bandung, Selasa (6/6).

Anggota Satpol PP yang menggeledah satu persatu kamar dari hotel kelas melati tersebut menemukan ada dua kamar yang sedang melakukan aktivitas pijat memijat. Dari temuan di lapangan, hotel yang telah berubah fungsi menjadi tempat pijat ini diduga kuat digunakan untuk berbuat asusila.

"Saat kita periksa, ada dua kamar sedang melakukan kegiatan pijat memijat. Kita OTT langsung. Kita duga lokasi ini menjadi tempat prostitusi terselubung. Kita temukan juga ada alat kontrasepsi," ujar Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi kepada wartawan di lokasi.

Dua orang terapis yang tertangkap tangan sedang melayani tamu tersebut kemudian dibawa oleh anggota Satpol PP. Mereka dimintai keterangan oleh petugas. Selain 2 orang terapis, ternyata ada 23 terapis lainnya yang ada di lokasi tersebut. Sehingga total ada 25 terapis yang dibawa oleh petugas Satpol PP.

"Makanya kita amakankan untuk diperiksa lebih dalam," katanya.

Menurut Idris, dari 70 kamar yang berada di hotel tersebut, 11 kamar di antaranya digunakan sebagai tempat pijat. Pihaknya akan memanggil pemilik hotel untuk dimintai keterangan.

Tak hanya itu, sebagai tindakan tegas, pihaknya langsung menyegel kamar yang dijadikan tempat praktik pijat.

"Mereka melanggar Perda Kota Bandung nomor 19 tahun 2012 tentang izin gangguan dan Perda nomor 7 tahun 2012 tentang penyelenggaraan kepariwisataan," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Jasa Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Edward Parlindungan menambahkan, dari hasil penelusuran diketahui bahwa hotel tersebut sudah lama tidak memperpanjang izin. Selain itu juga telah beralih fungsi menjadi indekos.

Livecasino338

"Saat kita cek lokasi sudah lama tidak memperpanjang izin. Fungsi hotel itu juga seperti kos-kosan. Kita tentu akan memberikan sanksi. Kalau terbukti ada penyimpangan jelas tempat akan ditutup," pungkasnya. [rnd]