Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juli 2017

Mahasiswa diperas oleh 2 PSK setelah main 'threesome'

PSK peras pelanggannya
Transaksi mesum di Hotel W, Jalan Sei Babalan, Medan, berujung pada pemerasan. Seorang mahasiswa mengaku diperas 2 PSK yang mengajaknya berkencan.

Adalah RH (22), warga Jalan Rawa Sakti Lorong 9, Medan, yang menjadi korban pemerasan ini. Awalnya dia berkencan dengan 2 PSK, yaitu IH (21) dan SW (21), warga Jalan Ayahanda, Medan.

Belakangan dia diperas. Pemuda ini dipaksa menyerahkan sejumlah uang, ponsel Iphone 6+ dan jam tangan Apple i-Watch.

Saat beraksi, SW dan IH dibantu seorang teman laki-laki mereka, SS (36), warga Jalan Sei Wampu Baru, Medan.

Pemerasan itu dilaporkan RH ke Mapolsek Medan Baru. "Kita telah mengamankan ketiga pelaku kemarin, Selasa (4/7). Pemerasan itu terjadi Minggu (2/7) sekitar pukul 04.30 WIB," kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendra Eko Triyulianto, Rabu (5/7).

Berdasarkan pemeriksaan, pemerasan itu berawal dari perkenalan RH dengan IH dan SW. Mahasiswa itu ditawari berkencan dengan tarif Rp 200.000. Selanjutnya pelaku dan korban berkencan di dalam kamar Hotel W.

Saat kencan, IH dan SW minta bayaran kencan Rp 1 juta. Namun RH tidak punya uang sebanyak itu.

Kedua pelaku menyuruh RH ke ATM dan mentransfer uang Rp 600.000. Mereka juga meminta ponsel Iphone 6+ milik mahasiswa itu.

livecasino338
IH dan SW kemudian memanggil teman laki-laki mereka, SS. Pemuda ini meminta paksa Apple i-Watch dari tangan RH. Dia juga mengancam akan menghabisi korban.

Setelah kejadian itu, RH langsung melapor ke Mapolsek Medan Baru. "Setelah diselidiki, ketiga pelaku dapat ditangkap dan diboyong ke komando. Kasusnya masih kita proses dan kembangkan," pungkas Hendra. [ian]

Senin, 26 Juni 2017

Lagi-lagi penyerangan terhadap polisi di Polda Sumut, satu polisi tewas. Ngeri!

livecasino338

Di hari yang fitri merayakan hari kemenangan justru terjadi peristiwa tragis. Dua terduga teroris menyerang, seorang anggota polisi tewas mengenaskan, Minggu (25/6/2017).

Perayaan Idul Fitri tahun 2017 tercoreng dengan peristiwa memilukan.

Pagi dini hari dua orang tak dikenal melakukan penyerangan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara (Sumut).

Berikut fakta-fakta lengkapnya yang dilansir dari Tribun Medan.

1. Dua anggota polisi Yanma Polda Sumut, Aiptu M Singgalingging dan Brigadir E Ginting sedang melakukan tugas jaga di Mapolda Sumut.

2. Secara diam-diam sekitar pukul 03.00 WIB dua orang tak dikenal melompati pagar kemudian menyerang secara tiba-tiba pada dua personel.

3. Aiptu M Singgalingging terlibat perkelahian dan tewas dengan beberapa luka tikaman serta gorokan pada leher.

4. Brigadir E Ginting berhasil lolos dan meminta bantuan personel lainnya.

5. Dua orang tak dikenal masih nekat melakukan penyerangan meski diberi tembakan peringatan.

6. Keduanya juga berencana membakar pos jaga.

7. Polisi yang datang kemudian melumpuhkan kedua terduga teroris, satu teroris tewas di tempat sementara teroris lainnya ditembak di bagian kaki dan kini dirawat di RS Bhayangkara.

8. Pihak Polda Sumut mengaku belum mengetahui jelas apa motif di balik penyerangan ini. Polisi masih mendalami keterangan pelaku penyerangan yang masih hidup.

livecasino338

Minggu, 25 Juni 2017

Pelaku penyerang Polda Sumut sehari-harinya jualan jus serta rokok

Penjagaan ketat di Polda Sumut
Identitas dua pelaku penyerangan Mapolda Sumatera Utara pada Minggu (25/6) sekitar pukul 03.00 WIB, sudah terungkap. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyebut pelaku berinisial SP dan AR.

"Sudah diketahui identitasnya. SP berusia 47 tahun dan AR berusia 30 tahun," ujar Setyo.

Dia menuturkan, AR adalah pelaku yang tewas tertembak peluru polisi. Sedangkan SP masih dirawat karena kondisinya kritis setelah dilumpuhkan dengan timah panas. Keduanya merupakan warga asli Medan, Sumatera Utara.

Setyo juga menceritakan pekerjaan sehari-hari kedua pelaku. "AR yang meninggal itu kerjanya jualan jus. Sedangkan SP yang kritis, sehari-hari buka warung rokok," ucapnya.

Seperti diberitakan, dua orang menyerang pos penjagaan Mapolda Sumut, Minggu (25/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka berkelahi dengan 2 personel yang berjaga. Seorang personel kepolisian tewas diserang senjata tajam. Seorang pelaku kemudian ditembak mati, seorang lainnya ditembak pada bagian paha. [noe]

livecasino338
 

Minggu, 04 Juni 2017

2 bandar sabu asal Aceh kirim sabu ke Medan, tewas ditembak polisi

Barang bukti bandar sabu di Medan.
Dua lagi tersangka bandar narkoba tewas ditembak polisi di Medan. Total sudah 13 pelaku kejahatan narkotika yang meregang nyawa diterjang peluru polisi dalam 8 bulan terakhir.

"Bandar ke-12 dan ke-13 yang ditembak ini karena melawan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut yang akan melakukan penyanggongan di jalan tol tadi malam," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di kamar mayat RS Bhayangkara Medan, Minggu (4/6).

Dua tersangka yang tewas yaitu Mahdi alias Panglima Mahdi (43), warga Dusun Kuta Puetek, Desa Gureb Blang, Idi Rayeuk, Aceh, dan Zahri S (39), warga Desa Kambam, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh. Mahdi alias Panglima Mahdi diinformasikan sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Seorang lagi ditangkap hidup, yaitu Ridwan (43), warga Dusun Ingin Jaya, Desa Uram Jalan, Banda Alam, Aceh Timur, Aceh.

"Barang bukti ada 5 kilogram narkotika jenis sabu dan 1 unit mobil Honda Jazz yang digunakan tersangka membawa barang bukti dan juga ada senjata api tadi," jelas Rycko.

Penyergapan ini berawal dari informasi mengenai adanya pengiriman sabu dari Aceh ke Medan. Setelah dilakukan penyelidikan, kecurigaan petugas mengarah pada 1 unit Honda Jazz BK 38 DI yang melintas di Besitang Langkat.

Setelah dilakukan pencarian, kendaraan itu terdeteksi masuk ke jalan tol Belmera di Tanjung Mulia. Pengejaran dilakukan. Saat mobil diadang, terjadi perlawanan menggunakan senjata api.

"Sekali lagi tindakan tegas terhadap pengedar narkoba yang melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian kami lakukan," sebut Rycko.

Mahdi dan Zahri tewas diterjang peluru petugas. Jasad keduanya dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara Medan. Sementara Ridwan dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba Polda Sumut untuk proses selanjutnya. Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Livecasino338

Selama kepemimpinan Rycko di Polda Sumut, sejak Oktober 2016, memang sudah 13 tersangka pelaku kejahatan narkotika yang ditembak mati. Jenderal berbintang dua ini menegaskan Polda Sumut konsisten menjalankan komitmennya untuk terus melakukan upaya pemberantasan narkoba secara komprehensif.

"Silakan kalau coba-coba jadi bandar narkoba silakan jadi yang ke-14 dan 15 dan seterusnya. Sekarang sudah ke-12 dan 13 (ditembak mati). Kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas seperti itu," pungkas Rycko. [gil]

Kamis, 01 Juni 2017

Pemkot Medan tutup paksa tempat karaoke & spa yang buka saat ramadhan


Pemkot medan razia tempat hiburan malam.
Meski sudah dilarang, sejumlah tempat hiburan di Medan tetap beroperasi di bulan Ramadan. Karena pelanggaran itu, Dinas Pariwisata bersama instansi terkait langsung menutupnya.

Tempat hiburan yang ditutup yaitu New D’Blues Karaoke, Spa dan Lounge di Kompleks Pertokoan Tata Plaza, Jalan Kapten Muslim, Medan. Dinas Pariwisata Kota Medan menutupnya, Rabu (31/5) malam. Mereka juga menutup kafe yang menyediakan live music dan rumah biliar.

Penutupan ini dilakukan Dinas Pariwisata yang dibantu SKPD terkait dan petugas dari Denpom I/5 Medan, Koduim 0201/BS dan Polrestabes Medan, juga menutup sejumlah kafe yang menyajikan live music dan tempat biliar yang melanggar jam operasional.

Tempat usaha hiburan ini dinilai telah melanggar Surat Edaran Wali Kota Medan No 503/5067 tanggal 15 Mei 2017. Dalam surat edaran itu, Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin memerintahkan tempat usaha hiburan dan rekreasi agar menutup sementara usahanya mulai 24 Mei sampai 26 Juni 2017.

Sebelumnya, tim yang dipimpin Plt Kadis Pariwisata Kota Medan, Budi Hariono menyisir wilayah Jalan kapten Muslim dan kawasan lainnya. Mereka mendapati New D’Bluess beroperasi. Sejumlah pengunjung baik perempuan dan laki-laki tengah duduk santai menikmati minuman di lantai dasar.
Pemkot medan razia tempat hiburan malam
Panali M Zebua, yang mengaku sebagai penanggung jawab New D’Bluess pun tidak bisa berkutik. Dia mengakui pelanggaran yang dilakukan.

Salah seorang pegawai Dinas Pariwisata langsung membuat BAP dan kemudian minta Zebua untuk menutup New D’Bluess. Mereka kemudian memerintahkan seluruh pengunjung keluar.

"Tempat ini harus tutup selama bulan Ramadan. Jika kedapatan masih beroperasi di bulan Ramadan, kami akan menjatuhkan sanksi lebih tegas," katanya.

Sementara tim lainnya menemukan Cafe Urban Arena dan Tangdi di Jalan Halan menampilkan live music. Pengusaha kedua kafe juga diperintahkan untuk menutup usahanya dan mempersilakan seluruh pengunjungnya meninggalkan lokasi.

Selain kedua kafe, tim gabungan juga menutup rumah biliar Fen Hot, Monaco Biliar dan Shotter Biliar di Jalan HM Joni. Ketiganya kedapatan masih beroperasi pukul 22.30 WIB.

Usai penertiban yang dilakukan, Plt Kadis pariwisata Kota Medan, Budi Hariono, menegaskan, penertiban ini akan terus dilakukan.

"Saya minta kepada seluruh pengusaha tempat usaha hiburan dan rekreasi agar mematuhi Surat Edaran Wali Kota ini. Kami akan terus melakukan pengawasan dan penertiban sepanjang bulan Ramadan, baik siang maupun malam hari. Jika kedapatan masih ada yang beroperasi, kami akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Bagi para pengusaha tempat usaha hiburan yang telah melaksanakan isi Surat Edaran Wali Kota ini, saya mengucapkan terima kasih," tegas Budi Hariono. [rnd]